Saturday, December 1, 2018

Sejarah Sepak Bola.doc

title

umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing

beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan.

Memasuki abad ke-21, olahraga ini telah dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang di

200 negara, yang menjadikannya olahraga paling populer di dunia. [1][2][3][4] Sepak bola

bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan memasukan bola ke

gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan terbuka yang berbentuk

persegi panjang, di atas rumput atau rumput sintetis.

Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan

tangan atau lengan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain

lainnya diizinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan

kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola.

Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan menjadi

pemenangnya. Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat

dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, bergantung pada format

penyelenggaraan kejuaraan. Dari sebuah pertandingan resmi, 3 poin diberikan

kepada tim pemenang, 0 poin untuk tim yang kalah dan masing-masing 1 poin untuk

dua tim yang bermain imbang. Meskipun demikian, pemenang sebuah pertandingan

sepak bola dapat dibatalkan sewaktu-waktu atas skandal dan tindakan kriminal yang

terbukti di kemudian hari. Sebuah laga sepak bola dapat dimenangkan secara

otomatis oleh sebuah tim dengan 3-0 apabila tim lawan sengaja mengundurkan diri

dari pertandingan (Walk Out).

Peraturan pertandingan secara umum diperbarui setiap tahunnya oleh induk

organisasi sepak bola internasional (FIFA), yang juga menyelenggarakan Piala

Dunia setiap empat tahun sekali.

Sejarah

Sejarah olahraga sepak bola (permainan menendang bola) dimulai sejak abad ke-2

dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok. Pada masa Dinasti Han tersebut,

masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil Permainan

serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari Di Italia, permainan

menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.

Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-

peraturan dasar dan menjadi sangat digemari oleh banyak kalangan. Di beberapa

kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan

sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun

1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan

sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak

bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola

modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub

berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan

dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola

(soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam

sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut,

pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904,

asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an,

berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara. olahraga ini juga digemari

terutama mulai abad ke-16.

Posisi pemain

Pada dasarnya, satu tim sepak bola terdiri dari 1 orang penjaga gawang, 2-4 orang

pemain bertahan, 2-5 orang pemain tengah, dan 1-3 orang penyerang. Penjaga

gawang (kiper) adalah satu-satunya pemain dalam sebuah tim yang boleh

menggunakan tangan untuk menghalangi bola menuju gawang dari serangan tim

lawan. Umumnya, penjaga gawang mengenakan pakaian (jersey) yang berbeda

dengan pemain lainnya. Pemain bertahan (back) memiliki tugas utama untuk

menghalangi dan menutup pergerakan tim lawan. Pemain tengah

(gelandang/playmaker) biasanya terdiri dari pemain tengah serang yang bermain

dekat dengan penyerang dan pemain tengah bertahan yang bermain dekat dengan

pemain bertahan. Tugas utama pemain tengah adalah mengatur tempo permainan

dan menjadi penyokong peran bek dan striker dalam tim. Terdapat pula pemain

sayap (winger) yang bertugas di sisi kanan atau kiri lapangan. Penyerang (striker)

memiliki tugas utama untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Kapten tim adalah jabatan seseorang yang terpilih di antara para pemain yang

bertugas memimpin dan mengoordinasi para pemain agar bermain secara tim di

lapangan. Tanda bahwa pemain sebagai kapten tim adalah atribut ban (armband)

yang melingkar pada lengan atas. Pada awal sebuah laga resmi, Kapten dari dua

tim menjadi pemain terdepan ketika memasuki area lapangan diikuti kiper dan para

pemain lain. Biasanya, seorang Kapten menjadi penendang utama penalti serta

sebagai penerima pertama penyerahan piala atau gelar juara sebuah turnamen.

Posisi dasar pemain dapat mengalami modifikasi menjadi berbagai pola atau taktik

permainan. Beberapa pola pemain yang sering digunakan dalam berbagai

kejuaraan adalah 4-4-2 (paling sering digunakan), 3-4-2-1 (kekuatan terletak di

bagian tengah lapangan), serta 4-3-3 (formasi klasik dari tahun 1970-an yang sering

digunakan oleh sistem total football Belanda dan Jerman Barat).

Aturan

Lapangan permainan

Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola internasional yang

digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75

meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa

persegi empat berukuran dengan lebar 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian

depan dari gawang terdapat area penalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang.

Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan

menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan penalti

atau tidak.

Lama permainan

Lama permainan sepak bola normal adalah 2 X 45 menit, ditambah istirahat selama

15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan

perpanjangan waktu selama 2 X 15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika

sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu

tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat

pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian

lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.

Gol yang dicetak dalam perpanjangan waktu akan dihitung menjadi skor akhir

pertandingan, sedangkan gol dari adu penalti hanya menentukan jika suatu tim

dapat melaju ke pertandingan selanjutnya ataupun tidak (tidak mempengaruhi skor

akhir). Pada akhir tahun 1990-an, International Football Association Board (IFAB)

memberlakukan sistem gol emas (golden gol) atau gol perak (silver gol) untuk

menyelesaikan pertandingan. Dalam sistem gol emas, tim yang pertama kali

mencetak gol saat perpanjangan waktu berlangsung akan menjadi pemenang,

sedangkan dalam gol perak, tim yang memimpin pada akhir babak perpanjangan

waktu pertama akan keluar sebagai pemenang. Kedua sistem tersebut tidak lagi

digunakan oleh IFAB.

Pelanggaran

Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat

memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan

dihentikan sesaat dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar

kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan

atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar

peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali

pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak

menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau

lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan

kartu merah dan keluar dari pertandingan.




Kartu merah

Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa

digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar

kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan

cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang

sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola dengan tangan untuk mencegah

gol bagi semua pemain kecuali penjaga gawang , dan menggunakan bahasa atau

gerak tubuh yang cenderung menantang, pemain yang berposisi sebagai penjaga

gawang melakukan hands ball di luar kotak penalti .

Wasit dan petugas pertandingan

Dalam pertandingan profesional, terdapat 4 petugas yang memimpin jalannya

pertandingan, yaitu wasit, 2 hakim garis, dan seorang petugas di pinggir tengah

lapangan serta wasit gawang yang berada di pinggir gawang. Wasit memiliki peluit

yang menandakan apakah saat berhenti atau memulai memainkan bola. Dia juga

bertugas memberikan hukuman dan peringatan atas pelanggaran yang terjadi di

lapangan. Masing-masing penjaga garis bertanggung jawab mengawasi setengah

bagian dari lapangan. Mereka membawa bendera dengan warna terang untuk

menandakan adanya pelanggaran, bola keluar, ataupun offside. Biasanya mereka

akan bergerak mengikuti posisi pemain belakang terakhir.

Petugas terakhir memiliki tugas untuk mencatat semua waktu yang sempat terhenti

selama pertandingan berlangsung dan memberikan info mengenai tambahan waktu

di akhir setiap babak. Petugas ini juga bertugas memeriksa pergantian pemain dan

menjadi penghubung antara manajer tim dengan wasit. Dalam beberapa

pertandingan, teknologi penggunaan video atau penggunaan orang kelima untuk

menentukan ketepatan keputusan wasit mulai digunakan. Misalnya yang

menentukan apakah suatu bola telah melewati garis atau apakah seorang pemain

berada dalam keadaan offside ketika mencetak gol.

Kejuaraan Internasional

Permainan sepak bola wanita.

Kejuaraan sepak bola internasional terbesar ialah Piala Dunia yang diselenggarakan

oleh Fédération Internationale de Football Association (FIFA). Piala Dunia diadakan

setiap empat tahun sekali dan dimulai di Uruguay pada tahun 1930. Pencetus ide

tersebut adalah Jules Rimet, seorang pengacara dan pengusaha Perancis yang

terinspirasi setelah menonton Olimpiade Paris tahun 1924.

Kompetisi internasional tertua di dunia adalah Copa America yang

mempertandingkan tim-tim dalam wilayah Amerika Selatan setiap dua tahun sekali.

Copa America pertama kali diadakan tahun 1916 dan diikuti oleh 10 negara yang

akhirnya membentuk The South American Football Confederation (Conmebol).

Untuk wilayah Amerika Utara, The Confederation of North, Central American and

Caribbean Association Football (CONCACAF) menyelenggarakan kompetisi

internasional setiap empat tahun sekali yang disebut Piala Emas CONCACAF. Di

kawasan Asia, termasuk Australia dan Timor Leste negara-negara yang tergabung

dalam Asian Football Confederation (AFC), mengadakan kompetisi internasional

pertama tingkat Asia pada tahun 1956 di Hongkong yang disebut Piala Asia. Pada

tahun 1960, kompetisi tingkat regional Eropa diadakan untuk pertama kalinya

dengan nama European Nations" Cup yang kemudian disebut sebagai UEFA

European Championship (Piala Eropa atau EURO). Di wilayah Oseania (meliputi

Selandia Baru, dan berbagai Kepulauan Pasifik), kompetisi international setiap dua

tahun dimulai sejak tahun 1996 disebut Piala Oseania. Untuk wilayah Afrika,

kompetisi Piala Afrika mulai diadakan sejak 1957 di Khartoum.

Sepak bola di Indonesia

Sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola

Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan

Soeratin Sosrosoegondo. Dalam kongres PSSI di Solo, organisasi tersebut

mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Sejak saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan makin

banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I Perserikatan

diadakan.[21] Sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan "Sepak Bola

Kebangsaan", Paku Buwono X mendirikan stadion Sriwedari yang membuat

persepak bolaan Indonesia semakin gencar. [21]

Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola Indonesia

tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak diimbangi dengan

pengembangan organisasi dan kompetisi. [21] Pada era sebelum tahun 1970-an,

beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi internasional, di

antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan Tan Liong Houw.[21]

Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi sepak bola dalam

negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia, Divisi Utama,

Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir, serta Divisi Tiga untuk pemain

amatir.[21] Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan kompetisi sepak bola wanita

dan kompetisi dalam kelompok umur tertentu (U-15, U-17, U-19,U21, dan U-23).



Source

No comments:

Post a Comment